Arkeologi

Galeri

Bisnis

Latest Updates

Museum Kematian, Seperti Apakah?

April 08, 2018
MUSEUM DAN GALERI MAHMUN SYARIF MARBUN -- Bagi traveler yang menyukai cerita mistis, sepertinya bisa mencoba berkunjung ke Museum Dead Soul.

Berada di Roma, Museum Dead Soul adalah sakristi di gereja kuno del Sacro Cuore del Suffragio.

Sebelum mengunjungi museum ini, semua wisatawan harus mendapatkan izin dari pastor, seperti dilansir TribunTravel.com dari laman orangesmile.com.

Jangan merasa khawatir, hal ini hanya formalitas dan menjadi keunikan darui kunjungan ke museum.

Setiap harinya wisatawan mengunjungi museum ini danga satu tujuan.

Kebanyakan turis yang datang ke Museum Dead Soul merasa penasaran mengenai keberadaan akhirat dan keberasaan roh yang telah meninggal.

Museum unik ini menawarkan beragam pameran yang kebanyakan berhubungan dengan legenda yang manarik atau narasi tentang hantu.

Beberapa benda yang dipamerkan di antaranya jejang tangan hantu, papan lantai yang terdapat telapak kaki, buku-buku bekas jejak dan tanda aneh.

Menurut kepercayaan Katolik, jiwa yang terdampar api penyucian akan sampai dan menebus dosa-dosanya, tapi bisa mempercepat pendakaiannya menuju surga malalui doa dari orang-orang terkasih yang masih ada di Bumi.

Museum Paling Aneh dan Terburuk di Dunia

April 08, 2018
MUSEUM DAN GALERI MAHMUN SYARIF MARBUN -- Museum adalah institusi permanen yang melayani kebutuhan publik dengan cara melakukan usaha pengoleksian, meriset, mengkomunikasikan dan memamerkan benda nyata kepada masyarakat.

Biasanya museum digunakan untuk kebutuhan pendidikan atau kesenangan semata.

Karena itu museum bisa menjadi bahan studi oleh kalangan akademis dan dokumentasi tentang ciri khas masyarakat tertentu.

Benda-benda yang disimpan di museum biasanya memiliki hubungan dengan sejarah.

Selain itu, museum juga menyimpan benda-benda yang berhubungan dengan kesenian dan budaya tertentu.

Salah satu museum yang terkenal di dunia adalah Egyption Museum.

Museum yang terletak di Kairo, Mesir ini berisi berbagai koleksi antik dari peradaban Mesir kuno.

Di dalam museum ini ada lebih dari 120.000 benda yang tersimpan, termasuk 27 mumi dari Kerajaan Fir'aun.

Museum ini pernah ditutup pada tahun 1981 dan dibuka kembali pada 1985.

Selain Egyption Museum, masih ada beberapa museum aneh lainnya yang jarang diketahui.

Baca selanjutnya

Beberapa Tulisan Arab di Bendera Sisingamangaraja

April 01, 2018
GALERI & MUSEUM MAHMUN SYARIF MARBUN -- Akademisi dari Hawaii, Uli Kozok, dalam akun Facebooknya, menampilkan beberapa simbol dan bacaan yang disebutnya berada dalam bendera Sisingamangaraja yang disita oleh Belanda.

Baca: Tulisan Arab di Stempel Sisingamangaraja

Simbol-silmbol tersebut, berhurufkan Arab/Jawi dan dia meminta followernya untuk ikut memecahkan teak-teki di balik simbol-simbol tersebut.

Para pembaca menyebutnya sebagai wifiq ada juga menyebutnya sebagai wifiq. (baca selanjutnya)

Saat Koleksi Pribadi Pejabat Dilelang DJKN

Februari 27, 2018
ilustrasi
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan akan menyelenggarakan lelang sukarela sejumlah koleksi pribadi milik Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta istri dan Menteri Kebinet Kerja serta beberapa pejabat negara lainnya. Ini dilakukan DJKN dalam rangka memperingati 110 tahun lelang Indonesia.

Peserta lelang ini berjumlah 18 orang yang akan menjual barangnya mulai dari Wakil Presiden serta Menteri Kabinet Kerja serta Direktur Bank BUMN lainnya.

"Lelang ini bersifat sukarela yang barang-barangnya merupakan koleksi pribadi," ungkap Direktur Lelang DJKN Lukman Effendi di Jakarta, Senin (26/2/2018).

Menurutnya, lelang sukarela akan digelar pada Rabu, 28 Februari 2018 di Gedung Galeri Nasional Indonesia mulai pukul 10.00 WIB. Adapun barang yang dilelang merupakan barang yang memiliki arti khusus bagi pemiliknya.

Selanjutnya

Koin Koleksi Museum dan Galeri Mahmun Syarif Marbun a.k.a Museum Paju Marbun di Pakkat

Februari 19, 2018


Salah satu item yang akan tersedia di Museum dan Galeri Mahmun Syarif Marbun atau Museum Paju Marbun di Pakkat Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, adalah display koin.

Display koin itu baik yang sudah mempunyai nilai sejarah juga koin-koin yang dihimpun dari luar negeri oleh anak-anaknya yang kuliah di berbagai negara.

Salah satu contohnya adalah seperti koin-koin di atas.

Museum ini masih merupakan konsep dan akan dibuka secara resmi apabila segara administrasi dan koleksi terkumpul dengan baik.

Semakin Banyak Struktur Maya Kuno Ditemukan di Guatemala

Februari 19, 2018
Dengan menggunakan metode sinar x, ilmuwan telah berhasil memindai struktur kota-kota hasil peradaban Maya kuno di bawah tanah.

Kota-kota itu diperkirakan terkubur di dalam hutan belantara di Guatemala, Amerika Selatan.

Diperkirakan, kaum Maya telah menciptakan peradaban yang tinggi saat itu.

Lihat selengkapnya

Apakah Disonaurus Pernah Hidup di Sumatera

Februari 19, 2018
Beberapa waktu yang lalu, warganet heboh dengan penemuan sebuah kerangka yang dinilai mirip dengan dinosaurus.

Tapi keanehan terjadi saat diberitakan bahwa kerangka tersebut ditemukan di atas loteng sebuah rumah.

Benarkah? Apakah apa yang menyimpannya atau dinosaurus tersebut masih hidup ketika terjebak di loteng?

Ntahlah, baca di sini lebih jelasnya



Cara Mendirikan Museum

Februari 19, 2018
Museum adalah sebuah lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan, melayani masyarakat, dan terbuka untuk umum. Tugas museum adalah memperoleh, merawat, menghubungkan, dan memamerkan artefak-artefak perihal jati diri manusia dan lingkungannya untuk tujuan-tujuan studi, pendidikan, dan rekreasi.

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 1995 museum adalah lembaga, tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan, dan pemanfaatan benda-benda bukti material hasil budaya manusia, alam, dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa.

Museum dalam menjalankan aktivitasnya, mengutamakan dan mementingkan penampilan koleksi yang dimilikinya. Setiap koleksi merupakan bagian integral dari kebudayaan dan sumber ilmiah.

Museum dapat didirikan oleh Instansi Pemerintah, Yayasan, atau Badan Usaha yang dibentuk berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Misalnya Surat Keputusan bagi museum pemerintah dan akte notaris bagi museum swasta. Bila perseorangan ingin mendirikan museum, maka terlebih dulu harus membentuk yayasan.

Apakah Acuan Pendirian Museum?

Pendirian sebuah museum memiliki acuan hukum, yaitu:

  1. Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1993 tentang Pelaksanaan Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 1992
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tentang Pemeliharaan dan Pemanfaatan Benda Cagar Budaya di Museum
  4. Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor KM.33/PL.303/MKP/2004 tentang Museum


Baca selanjutnya

Melihat Museum Milik Bersama di Karo

Februari 19, 2018
KOLEKSI museum biasanya dimiliki oleh pemilik museum secara pribadi, yayasan, atau pemerintah.

Namun, di Museum Pusaka Karo, Kota Berastagi, Sumatera Utara, koleksi museum adalah barang-barang milik puluhan warga yang dipinjamkan kepada museum untuk dipajang.

Jika sewaktu-waktu pemiliknya membutuhkannya, ia bisa mengambilnya kembali. Sedikitnya ada 30 orang yang terdaftar menyerahkan barang-barangnya ke museum tersebut.

Barang-barang itu seperti aneka macam perhiasan khas Karo, senjata, peralatan rumah tangga, kain, dan berbagai peninggalan kebudayaan Karo.

Mereka adalah warga Karo yang tinggal di Kabupaten Karo ataupun di sejumlah daerah, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

”Kebanyakan koleksi kami terutama yang mahal-mahal itu titipan. Tetapi, ada juga yang hibah,” kata Leo Joosten Ginting, OFM Cap (78), pendiri Museum Pusaka Karo.

Benda-benda itu sewaktu-waktu bisa diambil jika pemilik membutuhkannya.

Mehemoni br Tarigan (37) bahkan menitipkan ratusan benda koleksinya ke museum itu dari berbagai perhiasan, uis (ulos karo, kain tradisional untuk dikenakan perempuan karo dalam berbagai acara adat), hingga senjata.

”Kalau saya simpan di rumah, cuma saya sendiri yang melihat. Tetapi, kalau ada di museum, banyak orang yang melihat dan bisa belajar dari benda-benda itu,” tutur perempuan Karo yang bermukim di Bali itu, Selasa (10/1/2017).

Monic, begitu ia biasa disapa, bahkan menyediakan sendiri lemari-lemari kaca untuk tempat pajangan benda-benda itu.

”Kadang-kadang saya bahkan tidak tahu apa nama benda itu dan apa kegunaannya. Kalau di museum, ada kuratornya yang tahu benda-benda itu dan apa kegunaannya,” tutur Monic, yang memang kolektor benda-benda kuno itu.

Ia memercayakan barang-barangnya ke museum karena sejauh ini museum merawat dan menjaga benda-benda itu dengan baik. ”Kalau tidak dirawat baik tentu saya ambil kembali,” kata Monic.

Apalagi, banyak anak-anak sekolah yang bisa belajar dari benda-benda itu.

Lain halnya dengan Darta Surbakti (28), warga Berastagi yang menitipkan tiga benda ke museum, yakni satu pisau milik kakeknya dan dua tempat menutu sirih milik kakek buyutnya. (sumber)

Museum Gayo Diminta Inovatif untuk Tambah PAD

Februari 19, 2018
Museum Negeri Gayo yang terletak di jalan Mesti Meuruang, Kemili Kecamatan Bebesen Takengon, atau persis di Kantor Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Aceh Tengah untuk sementara ini belum mampu menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Aceh Tengah Marguh menanggapi pertanyaan Museum Gayo sebagai salah satu sumber penambah Pendapatan Asli Daerah Aceh Tengah.

Jelasnya, untuk saat ini pihak Dinas masih menarik minat generasi muda dan masyarakat Aceh Tengah untuk mengunjungi Museum yang baru selesai dibangun dua tahun lalu itu.

“Untuk sementara belum, jadi untuk saat ini kita hanya kunjungan, artinya kita masih menarik minat saja dulu supaya orang lebih tahu dulu, ini lebih untuk pelajar jadi kedepan kita memberi penjelasan inilah negeri Gayo, inilah peradabannya, ini nenek moyangnya, jadi enggak terlupakan,” kata Marguh, Jumat (8/1/2016).

Sementara disinggung mengenai apa saja yang terdapat di dalam Museum Negeri Gayo tersebut, Marguh menjelaskan terdapat benda benda prasejarah, alat music tradisional masyarakat gayo, hingga foto gempa bumi yang melanda Gayo 2 juli 2013. (sumber)

Museum Arkeologi Cocok Dibangun di Barus

Februari 19, 2018
Barus yang dikenal sebagai bandar niaga dan kota perdagangan serta perdaban Islam nusantara,dizaman tempo dulu wilayahnya cukup luas terbentang mulai dari muara Kolang hingga perbatasan Aceh Singkil dan Parlilitan Pakkat Kab.Humbang Hasundutan.

Namun jika dilihat keberadaan Barus saat ini wilayahnya semakin menyempit tinggal hanya 11 desa dan 2 kelurahan,hal itu dikatakan Nahruddin Simatupang seorang pemerhati sejarah kepada RRI Kamis siang 3/8 di Barus.

Meskipun sudah semakin kecil lanjut Nahruddin,belakangan Barus yang masuk wilayah Kab.Tapanuli Tengah ini,semakin ramai dikunjungi para wisatawan regional,nasional dan mancanegara.



"Banyak hal yang masih perlu digali terkait ke kuno an Barus,seperti peninggalan sejarah purbakala berupa benda-benda kuno dan artefak hasil penelitian yang kini tersimpan disebuah rumah dikelurahan Pasar Batu Gerigis sekitar 100 meter dari Tugu Kilometer Nol Peradaban Islam Nusantara,belum ada tempat penyumpanan harta karun itu yang standart seperti museum atau gedung arkelog"ujarnya.

Sebagai salah satu daerah tujuan wisata religi kata Nahruddin yang akrab dipanggil Nahar ini,Barus agaknya perlu mendapat perhatian yang lebih serius dari Pemerintah dan berbagai pihak,untuk membangun sarana prasarana infrastruktur serta fasilitas penunjang Pariwisata.

"Jika Barus cepat dibenahi dan ditata dengan baik,pastilah kota ini semakin menarik untuk dikunjungi, dan orang pasti semakin ramai datang," pungkasnya. (sumber)

Pengertian Museum

Februari 18, 2018
Museum adalah lembaga yang diperuntukkan bagi masyarakat umum. Museum berfungsi mengumpulkan, merawat, dan menyajikan serta melestarikan warisan budaya masyarakat untuk tujuan studi, penelitian dan kesenangan atau hiburan (Ayo Kita Mengenal Museum ; 2009).

Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 19 Tahun 1995, museum adalah lembaga, tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan dan pemanfaatan benda-benda bukti materiil hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa.

Sedangkan menurut Intenasional Council of Museum (ICOM) : dalam Pedoman Museum Indoneisa,2008. museum adalah sebuah lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan, melayani masyarakat dan perkembangannya, terbuka untuk umum, memperoleh, merawat, menghubungkan dan memamerkan artefak-artefak perihal jati diri manusia dan lingkungannya untuk tujuan studi, pendidikan dan rekreasi.

Sumber
 
Copyright © Museum Paju Marbun. Designed by OddThemes